definisi
Organisasi adalah sebuah wadah yang menampung orang-orang dan
objek-objek; orang orang dalam organisasi yang berusaha mencapai tujuan bersama.
Bila organisasi sehat,bagian-bagian interdependen bekerja
dengan cara sistematik untuk memperoleh hasil yang memungkinkan. Pengetahuan
men genai organisasi meliputi
pengenalan akan strukur atau rancangan apa men
ghasilkan apa.kaum objekif menekan struktur,perencanaan,kontrol,dan
tujuan,dan menempatkan fakor-faktor uama ini dalam suatu skema adaptasi organisasi.lingkungan menentukan
prinsip-prinsip pengorganisasian.kaum objektif
mencari ‘bentuk terbaik’ organisasi,berdasarkan kondisi-kondisi lingkungan.pendekatan ini menyebabkan
pencarian kesesuaian optimal antara strukur organisasi dan faktor-faktor tertentu
dalam lingkungan,seperti teknologi,situasi,atau ketidakpastian.organisasi
dianggap sebagai pemroses informasi besar dengan input,throughput,dan output.sistem
terstruktur atas perilaku ini mengandung jabatan-jabatan dan peranan-peranan
yang dapat dirancang sebelum peranan-peranan tersebut diisi oleh aktor-aktor
(stogdill, 1966)
Kaum objektivis memperlakukan
organisasi terutama sebagai sebuah nyunit. Artinya, mempelajari organisasi
adalah mempelajari organisasi keseluruhan.
Organisasi adalah suatu entitas yang
berfungsi dengan cara-cara tertentu.petanyaannya mungkin menyangkut bagaimana
organisasi dapat beradaptasi dengan cara terbaik terhadap lingkungan untuk
mengembangkan diri dan berlangsung hidup.sebagai teoretisi membagi organisasi
menjadi bidang-bidang kajian organisasi,lingkungan,kelompok,dan
individu-ke-kelompok(lawrence dan lorsch,1969.namun,suatu pembagian ini dianggapbagian
dari suatu entitas bernama ‘organisasi’
Organisasi formal
Organisasi
formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan
suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional.
Contoh :ASEAN, Perseroan terbatas,organisasi Sekolah yang di kelola secara resmi terstruktur, Negara ,OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah), PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia), LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), dan lain-lain.
Contoh :ASEAN, Perseroan terbatas,organisasi Sekolah yang di kelola secara resmi terstruktur, Negara ,OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah), PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia), LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), dan lain-lain.
Organisasi
Informal
contohnya:
Keluarga, Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama antara beberapa teman,
kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain
KOMUNIKASI INTERNAL
Adalah komunikasi yang terjadi dalam organisasi itu
sendiri. Misalnya, Pertukaran gagasan di antara para administrator dan karyawan
dalam suatu perusahaan, dalam struktur lengkap yang khas disertai pertukaran
gagasan secara horisontal dan vertikal di dalam perusahaan, sehingga pekerjaan
berjalan [operasi dan manajemen]
KOMUNIKASI HORISONTAL
komunikasi mendatar, antara anggota staf dengan
anggota staf. Berlangsung tidak formal, lain dengan komunikasi vertikal yang
formal. Komunikasi terjadi tidak dalam suasana kerja ! employee relation dan
sering timbul rumours, grapevine, gossip.
Pengambilan
keputusan sering kita lakukan sehari-hari tetapi tanpa kita sadari. Tugas seorang
manajer atau leader sehari-hari adalah mengambil keputusan. Seringkali banyak
keputusan yang harus diambil setiap hari, tetapi kadang-kadang satu hari hanya
ada satu keputusan saja yang kita buat. Hal ini tergantung keperluannya.
Membuat keputusan dan pemecahan masalah merupakan salah satu peranan yang harus
dimainkan setiap leader dan manajer. Semua fungsi manajemen seperti
perencanaan, pengorganisasian, motivasi, kepemimpinan, komunikasi, koordinasi,
dan pengawasan dan pengendalian memerlukan pengambilan keputusan dan pemecahan masalah
Perubahan situasi dan kondisi yang sangat cepat
menjadi faktor yang harus dipertimbangkan dalam manajemen yang mendorong
manajer untuk mampu membuat sejumlah keputusan dalam waKepala Sekolah yang
tepat dan cepat. Untuk mampu mengimbangi cepatnya perubahan waKepala Sekolah,
seorang manajer harus sanggup menghadapi minimal tiga tantangan yaitu: (1)
keadaan yang sangat kompleks, (2) keadaan yang tidak menentu, dan (3) tuntutan
untuk dapat bertindak luwes.
Kualitas suatu keputusan merupakan cermin dari daya
pikir manajer. Oleh karena itu, berpikir dalam hubungannya dengan mengambil
keputusan dan memecahkan masalah harus diusahakan agar tidak tersesat ke jalan
yang tidak efektif dan efisien.
Modul ini membahas pengertian pengambilan keputusan, proses pengambilan keputusan, dan contoh-contoh cara mengambil keputusan.
Pengambilan keputusan ialah proses memilih sejumlah alternatif. Pengambilan keputusan penting bagi administrator pendidikan karena proses pengambilan keputusan mempunyai peran penting dalam memotivasi, kepemimpinan, komunikasi, koordinasi, dan perubahan organisasi. Setiap level administrasi sekolah mengambil keputusan secara hirarkis. Keputusan yang diambil administrator berpengaruh terhadap pelanggan pendidikan terutama peserta didik. Oleh karena itu, setiap administrator pendidikan harus memiliki keterampilan mengambil keputusan secara cepat dan tepat.
Model Pengambilan Keputusan Model Mintzberg, Drucker, dan Simon Mintzberg, et.al. (1976) memberikan tiga tahap dalam proses pengambilan keputusan yaitu: (1) tahap identifikasi, (2) tahap pengembangan, dan (3) tahap pemilihan. Drucker (1993) seorang ahli pemimpin organisasi memberikan enam langkah dalam proses pengambilan keputusan yaitu: (1) mendefinisikan masalah, (2) menganalisis masalah, (3) mengembangkan alternatif pemecahan masalah, (4) memutuskan satu pemecahan masalah terbaik, (5) merencanakan tindakan yang efektif, dan (6) memantau dan menilai hasilnya.
Simon (1997) pemenang Nobel teori pengambilan keputusan menggambarkan proses pengambilan keputusan atas tiga tahap yaitu: (1) kegiatan intelijen, (2) kegiatan disain, dan (3) kegiatan pemilihan.
Berdasarkan ketiga pendapat tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa proses pengambilan keputusan meliputi tiga kegiatan yaitu: (1) identifikasi dan pemilihan masalah, (2) pengembangan alternatif pemecahan masalah, dan (3) memilih alternatif pemecahan masalah terbaik.
Setiap model memiliki basis umum pengambilan keputusan. Model pengambilan keputusan dapat dibedakan atas model pengambilan keputusan rasional, model pengambilan keputusan klasik, model pengambilan keputusan perilaku, model Vroom & Yetton (decision tree), model pengambilan keputusan Chung & Megginson, dan model pengambilan keputusan pohon masalah. Model Pengambilan Keputusan Rasional.
Keputusan dapat dibedakan atas dua tipe yaitu terprogram (struKepala Sekolahred) dan tidak terprogram (unstructured). Keputusan terprogram ialah keputusan yang selalu diulang kembali. Contohnya: keputusan kenaikan kelas pesera didik, keputusan pengangkatan, keputusan penetapan gaji pegawai baru, keputusan pensiun, dan sebagainya. Keputusan tidak terprogram ialah keputusan yang diambil untuk menghadapi situasi rumit dan atau baru. Gambar berikut ini menggambarkan keterkaitan proses pengambilan terprogram dengan pengambilan keputusan tidak terprogram dalam model pengambilan keputusan rasional. Model Pengambilan Keputusan Klasik.
Modul ini membahas pengertian pengambilan keputusan, proses pengambilan keputusan, dan contoh-contoh cara mengambil keputusan.
Pengambilan keputusan ialah proses memilih sejumlah alternatif. Pengambilan keputusan penting bagi administrator pendidikan karena proses pengambilan keputusan mempunyai peran penting dalam memotivasi, kepemimpinan, komunikasi, koordinasi, dan perubahan organisasi. Setiap level administrasi sekolah mengambil keputusan secara hirarkis. Keputusan yang diambil administrator berpengaruh terhadap pelanggan pendidikan terutama peserta didik. Oleh karena itu, setiap administrator pendidikan harus memiliki keterampilan mengambil keputusan secara cepat dan tepat.
Model Pengambilan Keputusan Model Mintzberg, Drucker, dan Simon Mintzberg, et.al. (1976) memberikan tiga tahap dalam proses pengambilan keputusan yaitu: (1) tahap identifikasi, (2) tahap pengembangan, dan (3) tahap pemilihan. Drucker (1993) seorang ahli pemimpin organisasi memberikan enam langkah dalam proses pengambilan keputusan yaitu: (1) mendefinisikan masalah, (2) menganalisis masalah, (3) mengembangkan alternatif pemecahan masalah, (4) memutuskan satu pemecahan masalah terbaik, (5) merencanakan tindakan yang efektif, dan (6) memantau dan menilai hasilnya.
Simon (1997) pemenang Nobel teori pengambilan keputusan menggambarkan proses pengambilan keputusan atas tiga tahap yaitu: (1) kegiatan intelijen, (2) kegiatan disain, dan (3) kegiatan pemilihan.
Berdasarkan ketiga pendapat tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa proses pengambilan keputusan meliputi tiga kegiatan yaitu: (1) identifikasi dan pemilihan masalah, (2) pengembangan alternatif pemecahan masalah, dan (3) memilih alternatif pemecahan masalah terbaik.
Setiap model memiliki basis umum pengambilan keputusan. Model pengambilan keputusan dapat dibedakan atas model pengambilan keputusan rasional, model pengambilan keputusan klasik, model pengambilan keputusan perilaku, model Vroom & Yetton (decision tree), model pengambilan keputusan Chung & Megginson, dan model pengambilan keputusan pohon masalah. Model Pengambilan Keputusan Rasional.
Keputusan dapat dibedakan atas dua tipe yaitu terprogram (struKepala Sekolahred) dan tidak terprogram (unstructured). Keputusan terprogram ialah keputusan yang selalu diulang kembali. Contohnya: keputusan kenaikan kelas pesera didik, keputusan pengangkatan, keputusan penetapan gaji pegawai baru, keputusan pensiun, dan sebagainya. Keputusan tidak terprogram ialah keputusan yang diambil untuk menghadapi situasi rumit dan atau baru. Gambar berikut ini menggambarkan keterkaitan proses pengambilan terprogram dengan pengambilan keputusan tidak terprogram dalam model pengambilan keputusan rasional. Model Pengambilan Keputusan Klasik.
Sumber: buku komunikasi organisasi
rosda dan lain lain
Editor dedy mulyana,M.A., PH.D.


0 komentar: